Tampilkan postingan dengan label Cinta dan Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta dan Relationship. Tampilkan semua postingan

Bahagia: 100 Cara Mendapatkannya dalam Keluarga

>> 06 Februari 2010


Judul Buku       : Don’t Sweat The Small Stuff with Your Family: Jangan Meributkan Masalah Kecil Dalam Keluarga
Pengarang          : Richard Carlson, Ph.D.
Penerbit              : Gramedia, 1999
Jumlah hlmn      : 343
Harga                    : Rp. 32.500,00

Sekarang saya paham mengapa anak saya membanting hp saya atau memasukkan buku saya ke sampah jika saya membaca buku ketika mengasuh dia. Tips-tips Carlson sebenarnya sangat-sangatlah sederhana. Tips kecil namun bisa membawa perubahan besar dalam kebahagiaan kita dari hari ke hari jika kita belajar untuk menerapkannya.
Buku International Best seller ini saya beli dalam sebuah acara banting harga. Selain karena banting harga, juga karena saya telah mengenal kepandaian Richard merangkai kata dan tips-tips menariknya dalam buku Dont Sweat The Small Stuff in Love, Oleh karena itu, dalam acara banting harga Gramedia juga, saya turut membeli tulisannya yang lain: Dont Sweat The Small Stuff in Work, dan Don’t Sweat The Small Stuff for Mom karya istrinya (meski tak sebagus tulisan Carlson).
Inilah 100 tips bahagia yang dikemukakan Carlson:
“Orang-orang yang belajar untuk tidak memusingkan masalah-masalah kecil yang terjadi dalam kehidupan keluarga dan rumah akan memiliki ambang toleransi yang sangat lebar dalam hidupnya.”

“Seperti taman yang akan dipenuhi bunga di musim-musim yang baik, demikian pula rumah tangga kita akan berjalan mulus dengan menciptakan suasana emosi yang positif.”

“Memberikan waktu ekstra sepuluh menit untuk diri Anda dan keluarga Anda untuk setiap rencana yang dibuat.” “Kuncinya, bersiap-siap sedikit lebih awal daripada biasanya dan yakin bahwa Anda sudah siap sebelum memulai suatu pkerjaan lain.”

“Ingatlah, bila pasangan Anda bahagia dan merasa dihargai, ia akan selalu bersedia menolong Anda!”

“Belajarlah dari anak-anak bagaimana mereka hidup pada momen saat ini.” “Intinya, yang penting adalah tidak memberi porsi kelewat besar pada kecemasan, keprihatinan, penyesalan, kekeliruan, apa yang salah, hal-hal yang mengganggu anda, masa depan, dan masa lalu.” “Perhatian Anda sepenuhnya tertuju pada saat sekarang.”

“Kita dapat menjaga keselamatan emosi kita, paling tidak sebagian, dengan menghormati kebutuhan kita akan privasi.”

“Maafkanlah ledakan amarah Anda.”

“Dengarkanlah teman bicara Anda.” “Jadilah pendengar yang baik.”

“Berdamailah dengan pertengkaran.” “Pertanyaannya bukanlah apakah pertengkaran akan terjadi atau tidak, namun apa strategi terbaik dan yang paling bijaksana untuk menanganinya.”

“Anggaplah merawat dan membersihkan rumah seperti mengecat jembatan” (ket: di amerika jembatan dicat terus sepanjang tahun dan tidak pernah selesai)

“Jangan menjawab telepon” “pada waktu-waktu tertentu dapat menjadi keputusan yang sangat menentukan dan dapat mengurangi ketegangan di dalam kehidupan rumah tangga Anda.”

“Jalanilah hidup menurut kata hati.”

“Pegang janji Anda.”

“Tiap membeli barang baru, berjanjilah harus ada barang yang lain yang disingkirkan.” (ket: tentu saja agar rumah kita tidak penuh hehehe dan agar lebih hati-hati untuk membeli barang baru)

“Doronglah Anak untuk merasa bosan.”

“Perkirakanlah sesuatu akan tumpah.” “Masalahnya adalah kita sering mengfokuskan diri pada perkecualian yang tidak menyenangkan.” “Bila Anda mengharapkan sesuatu akan terjadi, maka Anda tidak akan kaget bila hal itu benar-benar terjadi.”

“Luangkanlah hari kosong pada kalender Anda.” “untuk diri sendiri, dengan derajat kepentingan dan komitmen yang sama dengan ketika Anda membuat janji dengan dokter atau teman baik Anda.”

“Jangan tunggu berita buruk untuk menghargai hidup Anda.” “Kita akan menghargai kehidupan yang biasa kita lalui.”

“Ubahlah beban menjadi humor.”

“Tanyakan pada diri sendiri: Pesan Apa yang sesungguhnya tersampaikan ke anak saya?” “Beberapa kualitas manusia yang penting dan berharga: keuletan, keberanian mengambil risiko, kesabaran, kemandirian—dapat menjadi terhambat karena tidak jelasnya cara kita berkomunikasi dengan anak.”

“Hargailah fase remaja.”

“Jangan biarkan Anda terganggu.”

“Faktanya adalah bahwa mengatakan, “Aku sayang kamu.” Akan membuat orang lain senang.” “Sungguh sederhana, tidak menyakitkan, dan gratis.” “Salah satu kalimat paling sakti di dunia.”

“Kembangkanlah tombol reset Anda.” “Dengan prosedur reset ini, kami dapat menata ulang dan memperoleh kembali sikap dan perspektif kami, sehingga memungkinkan kami untuk memulai dari awal lagi.”

“Coba ikut voluntary simplicity” “Penyederhanaan hidup yang dibuat berdasarkan pilihan, bukan berdasarkan kebutuhan.” “ Ini berarti Anda membatasi keinginan Anda bukan karena harus melakukannya tapi karena Anda menginginkannya.” “Kuncinya adalah, memandang secara jujur apa yang penting dalam hidup Anda.”

“Pertahankanlah hubungan baik.” “Waktu dan energi Anda adalah milik Anda yang paling berharga, oleh karena itu penting untuk menggunakan sebaik-baiknya dengan siapa Anda akan menghabiskan waktu.”

“Bersepakatlah untuk tidak sepakat.”

“Jangan merendahkan diri Anda sendiri.” “Problem dari merendahkan diri sendiri adalah Anda akan selalu menemukan kekurangan yang Anda cari-cari.” “bersikap kelewat kritis terhadap diri sendiri adalah tindakan yang paling keliru. Jangan menyerah, teruskan usaha untuk meningkatkan diri, kenali kelemahan Anda, lakukan semua yang bisa Anda lakukan untuk berubah.”

“Jangan lagi bertukar cerita yang mengesalkan.”

“Ciptakan teladan yang baik.” “Perbuatan kita akan diamati orang lain danmerupakan unsur penting yang mempengaruhi kesadaran orang-orang di sekitar kita.”

“Bersikaplah “tawakkal”. “Singkatnya ini berarti mau menerima dengan lapang dada dan tulus menerima segala kekacauan hidup.”

“Ciptakan ritual mementingkan diri sendiri.” “Strategi ini berasan dari pemahaman bahwa bila Anda menginginkan Apa yang Anda inginkan, dalam artian emosi, Anda boleh-boleh saja mengabaikan orang lain dan kebutuhan mereka.” “Yang penting adalah kesempatan itu milik Anda—kesempatan istimewa yang telah disisihkan untuk Anda.”

“Jika Anda mempunyai anak, singkirkan dulu agenda Anda.” “Cobalah untuk melihat kekakuan Anda sendiri, keterikatan mental Anda terhadap rencana Anda, cenderung membuat Anda stress.” “Semakin Anda terikat dengan agenda Anda, semakin sedikit yang sesungguhnya Anda kerjakan.”

“Penuhi rumah Anda dengan tanda cinta.” “dapat menjadi sesuatu yang indah, istimewa, artistik, lembut, atau ringan—sesuatu yang yang emngingatkan Anda akan cinta, kebaikan, kelembutan, dan kepedulian.”

“Jangan biarkan uang membuat Anda resah.” “Pertanyaannya bukannya apakah Anda memiliki uang atau tidak, tetapi apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi kenyataan ini.”

“Mulailah hari Anda dengan cinta. Isilah hari Anda dengan cinta. Akhirilah hari Anda dengan Cinta.” “Gagasannya adalah mengingatkan diri Anda sesering mungkin, sepanjang hari, mengenai pentingnya mengisi hidup Anda dengan cinta sebagai prioritas puncak.”

“Jangan sekali-kali mengandaikan pasangan Anda (atau orang lainnya yang berarti) begitu saja.” “contoh: kita menganggap tugas kita lebih berat dari tugas mereka.” “Tidak ada hal lain yang membuat orang merasa lebih nyaman selain perasaan menghargai dan diperhatikan.”

“Batasilah keinginan Anda.” “berarti Anda membuat garis finish untuk daftar keinginan, kebutuhan, dan preferensi yang tiada batas dan terus menerus bertambah yang tampaknya mendominasi hidup kita.” ‘Mengingatkan bahwa Anda dapat bahagia –sekarang juga—meskipun belum mendapatkan semua hal yang Anda kira Anda inginkan dan butuhkan.” “Ada perbedaan antara melakukan yang terbaik dan selalu menuntut bahwa hidup haruslah lebih baik dari saat ini.” “Butuh usaha keras untuk menerapkan kebijaksanaan Lebih banyak tidak selalu lebih baik, Lebih banyak tidak akan membuatku lebih bahagia, atau aku sudah merasa cukup.”

“Biarkan sesekali mereka menang berdebat.” “Dipandang dari perspektif kualitas hidup, tak seorang pun yang benar-benar menang berdebat.”

“Cukup dengan menyadari kecenderungan untuk bercepat-cepat, dan mulai membuat sasaran untuk menjaga agar langkah Anda tetap waras, besar kemungkinan Anda menemukan cara memperlambat hidup, lebih tenang,dan bebas stress.” “Jika kita berusaha mengerjakan terlalu banyak hal, kita pada akhirnya akan sibuk kesana kemari dari satu hal ke hal yang lain.””Pada tahapan tertentu, biasanya kesibukan itu Anda ciptakan sendiri.”

“Jangan menjadi martir.”

“Jangan terpaku pada harapan Anda.” “tapi, mengurangi harapan tidak sama dengan menurunkan standar Anda.”

“Hargailah mertua Anda.” “berusaha memfokuskan diri pada apa yang bisa disyukuri.” “Jika Anda mencintai pasangan Anda, anda berutang sekali pada mertua Anda.”

“Kenalilah suasana hati dan kehidupan di rumah.”

“Pisahkan kerja dari hal-hal lain”

“Usahakan mengembangkan sikap penerimaan yang mutlak terhadap oranr-orang yang paling Anda cintai.”

“Jangan mempersoalkan kebiasaan sepele.”

“Jika seseorang menanyakan kabar Anda, jangan tekankan betapa sibuknya Anda.” “Katakan apa saja kecuali “saya benar-benar sibuk” Anda akan merasa gembira karenanya.”

“Maklumilah tetangga Anda.”

“Pahamilah kesulitan yang dialami oleh keluarga Anda.”

“Janganlah pergi tidur dengan hati marah.”

“Tanyakan pada diri sendiri, “Mengapa saya merasa berbeda dibandingkan orang lain?”

“Lepaskanlah keinginan menjadi orang super.” “tak perlu menjadi orang yang sempurna dan tidaklah mungkin dapat memuaskan hati setiap orang sepanjang waktu atau dalam setiap kesempatan.”

“Ingatlah, perbuatan lebih bermakna dari kata-kata.” “Kutipan favorit saya dari Ralph Waldo Emerson: “Apa yang kau lakukan begitu kerasnya sehingga aku tak bisa mendengar apa yang kau katakan.”

“Belajarlah memusatkan diri.”

“Jadilah orang yang tidak mudah terganggu.” “Sebagian besar reaksi kita yang berlebihan adalah di luar kesadaran kita.” “Jika kita selalu bersikap kaku dan tegang, begitulah yang akan terjadi.”

“Jadwalkan waktu untuk melakukan kebaikan.”

“Jangan menggunjingkan orang lain.”

“Adakan pertemuan keluarga.”

“Usahakan selalu menunjukkan penghargaan Anda.”

“Tempatkan setiap masalah pada perspektif masing-masing.” “Sebagian besar hal-hal yang membuat kita kalang kabut sebenarnya bukan masalah hidup atau mati yang sifatnya mendesak.” “Kitalah yang menentukan bagaimana respon kita.”

“Jangan terlalu memaksakan diri untuk berlibur.” “Karena mengharapkan kegembiraan di tempat lain dan di waktu yang lain, orang jadi melupakan betapa istimewanya dan betapa menyenangkannya hidup Anda sekarang.”

“Berbicaralah dengan penuh kasih sayang.”

“Duduk diamlah.” “Sering kita begitu sibuknya dan terpancang pada kesibukan hidup hingga melupakan betapa nyamannya Cuma duduk diam.” “peluang untuk bersantai dan mengisi pikiran dan tubuh.”

“Terimalah semua hal seperti apa adanya.” “Hidup itu mesti banyak-banyak menyesuaikan diri, dan semua orang harus ikut berjuang memperbaiki hidupnya dan berusaha keras meraih sasaran yang dituju.”

“Jagalah kesehatan Anda.”

“Utamakan mengatasi masalah perasaan.” “Perasaan tidak dapat ditunda (Victoria Moran)” “Kata ayah saya, “santai saja, semua hal bisa diganti kecuali kamu.”

“Jangan terlalu berlebihan menilai performa Anda.” “Solusinya adalah dengan memusatkan perhatian Anda sepenuhnya pada saat sekarang dan hanya membuat keputusan untuk melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan dalam situasi yang bersangkutan.”

“Bayangkan ada orang lain di ruangan sedang mengawasi Anda.” “Mempertimbangkan bagaimana idealnya bila kita berhadapan dengan orang lain.” “Barometer batiniah yang selalu berupaya mengingatkan kit aagar tetap fokus pada sasaran dan nilai-nilai.”

“Camkanlah, keadaan lahiriah mencerminkan keadaan batiniah.”

“Ciptakan hubungan baru dengan seseorang yang telah Anda kenal.”

“Jagalah “serangan pikiran” Anda tetap terkendali.” “Menjadi pengamat pikiran Anda sendiri, ini akanmemungkinkan Anda menghentikan stress  dan frustasi segera setelah Anda melepaskan pikiran yang bersangkutan dan kembali ke momen sekarang.”

“Berhentilah membesar-besarkan beban kerja Anda.”

“Ingatkan orang lain untuk menghargai hidup.”

“Jangan terus menerus mengulangi kesalahan yang sama.” “Tiap ditanya resep keberhasilannya dalam wawancara, petenis terkenal Ken Rosewall mengatakan, “Saya membuat banyak kesalahan, tapi biasanya tidak mengulanginya.”

“Kenalilah saat seseorang tidak memahami sesuatu.” “Dalam banyak contoh, masalahnya bukan tidak ingin atau tidak bersedia melakukannya, hanya saja ia tidak paham apa yang anda suruh pada mereka.”

“Jangan mengharapkan anggota keluarga Anda memeperlakukan Anda sama seperti orang lain memperlakukan Anda.”

“Pergilah berkemah.”

“Berpikirlah dalam kerangka pikir “Anakku Guruku.” “Tanyakan pada diri sendiri: Kira-kira apa yang diajarkannya padaku?”

“Ingatlah bahwa bila mati Anda tidak akan membawa apa-apa”

“Milikilah badan amal favorit keluarga.”

“Bersikap sabarlah terhadap induk semang atau manager gedung tempat tinggal Anda.”

“Berolahragalah.” “Jika Anda tidak berolah raga, itu sama artinya Anda “bunuh diri!” Anda kehilangan salah satu cara mudah dan efektif menuju hidup yang lebih bahagia, kurang reaktif, dan lebih tenteram.” “Bermanfaat melepaskan endorfin, sat yang memiliki efek menenangkan pada otak dan tubuh Anda.”

“Buatlah perbaikan kecil-kecilan.”

“Sering-seringlah mengingtakan diri apa yang sesungguhnya diinginkan anak-anak Anda.”

“Jangan hanya membaca apa yang tersirat.”

“Berbicaralah dengan lembut.” “saya mengusulkan supaya Anda sedikit lebih peka mengenai efek suara Anda terhadap orang-orang di sekitar Anda.”

“Jadikan bercanda sebagai menu sehari-hari.” “Bercanda adalah ciri kegembiraan.”

“Pikirkan sesuatu yang Anda lakukan dengan benar hari ini.” ‘Kerjakan sebaik-baiknya yang ada dalam setiap aspek kehidupan, kemudian pasrahlah.”

“Temukan kesenangan kecil.”

“Ingatlah, hal-hal kecillah yang paling diingat di Masa Mendatang.”

“Jadilah teladan kedamaian.”

“Bersyukurlah Anda memiliki rumah.”

“Berhentilah mengeluhkan keluhan.” “mendengarkan orang lain mengeluh membuat saya stress” “Satu keluhan dapat diikuti keluhan yang lain.” “Berdamailah dengan fakta bahwa mendengarkan keluhan adalah kenyataan hidup.”

“Berdamailah dengan perubahan.” “Kita meiliki dua pilihan ketika harus menangani perubahan. Kita dapat melawannya dan bertahan, atau kita bisa tunduk dan merangkulnya.”

“Bertukar peranlah dengan pasangan Anda.” “untuk memperoleh kembali rasa syukur sekaligus membangkitkan belas kasih satu sama lain.”

“Terimalah kenyataan bahwa memang selalu ada sesuatu yang harus dikerjakan.” “Memang akan selalu demikianlah hidup.” “Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mendahulukan yang paling penting, memprioritaskan yang memang penting, dan mempertahnkan rasa humor.” “Lakukan apa yang anda bisa namun jangan membuat diri Anda merasa terbebani.”

“Bebaskan diri Anda dari barang rongsokan.”

“Tundalah kepuasan Anda.” “artinya adalah Anda mungkin melakukan sesuatu yang bisa jadi Anda tidak merasa perlu melakukannya atau berhenti dulu mengerjkan sesuatu sehingga Anda memperoleh balasannya nanti.”

“Ingatlah, badai pasti berlalu.”

“Perlakukan Anggota keluarga Anda seolah-oleh ini adalah saat terakhir bertemu mereka.”

Baik pak Carlson:-)

    Persiapan Menikah: Sebuah Buku Rujukan

    >> 01 Januari 2010


    Judul Buku          : Pengantin Al Qur’an: Kalung Permata Buat Anak-anakku
    Pengarang          : M. Quraish Shihab
    Penerbit              : Lentera Hati
    Tahun Terbit      : 2007 (Cetakan VII 2009)
    Jumlah halaman: 203 halaman
    Harga                    : 50.000-63.000

    Saya membaca buku ini secara ekstra cepat tak sampai 1 jam karena harus segera saya bungkus dan diberikan sebagai hadiah pernikahan teman saya se-organisasi. Saya beli atas rujukan teman-teman ibu saya ketika saya kebingungan mau memberi hadiah apa. Dan ternyata buku yang merupakan cindera mata di setiap kali pak Quraish Shihab "mantu" anak-anaknya ini laris manis dan telah dicetak berulang kali. Here is the mind map of this book and its gems (Click to view a larger picture):




    “Pasangan adalah benteng sekaligus pendukungnya, bahkan menjadi representasi dirinya “di luar”, dalam menghadapi aneka situasi. Tidak ada istilah “problemaku” yang ada adalah “problema kita berdua”. Dengan demikian, kebersamaan dalam ikatan perkawinan merupakan puncak penyatuan jiwa, akal, harapan, dan cita-cita. Itulah mengapa perkawinan dinamai nikah yang arti harfiahnya adalah penyatuan.”

     “Al Arwah junud mujannadah. Fama ta’arrafa minha i’talafa, wa ma tanakara minha ikhtalafa. Hati manusia masing-masing memiliki kesatuannya. Yang saling mengenal akan menyatu, dan yang berseteru akan berpisah.” (HR Muslim Min Abi Hurairah)

    “Betapa Allah mengatur kodrat masing-masing seperti itu dalam rangka menunjang keberpasangan pria dan wanita serta menyukseskan tugas yang berada di pundak mereka.”

    “Masing-masing membawa dalam dirinya potensi cinta sejati. Sehingga masing-masing dapat memberi dan menerima cinta sejati. Walaupun terdapat perbedaan kodrati dalam bidang seks , maupun dari segi respon dan dampak2nya, namun harus diakui bahwa keduanya membutuhkannya.”

    “Jika seorang wanita bekerja dan bersaing dengan seorang lelaki dalam bidang pekerjaan untuk mencapai sukses masing-masing, maka ketika mereka kawin, persaingan itu luluh digantikan oleh kerja sama tanpa persaingan, bukan demi mencapai sukses masin-masing, tapi sukses bersama.”

    “Karena cinta dan demi cinta langit dan bumi diciptakan.  Dan di atas dasarnya makhluk diwujudkan. Demi cinta seluruh planet beredar dan dengannya pula semua gerak mencapai tujuannya serta bersambung awal dan akhirnya. Dengan cinta semua jiwa meraih harapannya dan mendapatkan idamannya serta terbebaskan dari segala yang meresahkannya.” (Ibnul Qayyim Al Jauziyah)

    “Seandainya waktu hidup tinggal 5 menit lagi untuk mengatakan sesuatu. Maka semua telepon umum akan dipenuhi orang-orang yang menelepon orang lain untuk mengatakan padanya “Aku Cinta Padamu” (Christopher Morly)

    “Namun agaknya tidak jauh dari kebenaran pandangan yang menyatakan cinta adalah “Dialog dan pertemuan dua  ‘aku’ serta hubungan timbal balik yang melahirkan tanggung jawab antara kedua aku tersebut.”

    “Cinta sebelum mencapai puncaknya memiliki banyak fase. Fase pertama adalah kedua belah pihak merasakan ada atau tidaknya kedekatan antara mereka berdua. Ia dapat meningkat menjadi pengungkapan diri (self revelation). Fase ketiga melahirkan saling ketergantungan (mutual dependencies). Kemudian fase ke empat, yaitu pemenuhan kebutuhan pribadi kekasihnya”

    “Setiap perasaan betapapun agung dan luhurnya, tetap mengandung benih-benih perasaan yang bertolak belakang dengannya. Perasaan mempunyai logika yang berbeda dengan logika akal. Akal tidak menggabung dua hal yang bertolak belakang, tapi tidak demikian hati. Karena itu tidak ada cinta tanpa benci. Tidak ada pula rahmat tanpa kekejaman.” (Hamid Thaha al Khaysyab, Prof Psikologi Al Azhar Univ)

    Ingat! Kita harus membedakan dua macam kecemburuan. 1) yang melahirkan upaya memelihara keutuhan rumah tangga dan membendung segala yang menghancurkannya, dan 2) cemburu yang lahir dari ulah orang ketiga yang berusaha merebut simpati dan kasih pasangan. Jika demikian, ada cemburu yang beralasan dan ada yang tidak beralasan.”

    “Perhatikanlah tempat-tempat dimana mata suamimu (atau istrimu—pen.) dapat tertuju dan hidungnya dapat menghirup! Jangan sampai matanya tertuju pada sesuatu yang buruk pada dirimu. Dan jangan pula hidungnya mencium, kecuali harum semerbak darimu. Sesungguhnya sebaik-baik parfum adalah air. (Wa in athyab al thib al ma’)” Demikian dua dari sepuluh nasehat seorang ibu pada anaknya. Penelitian-penelitian membuktikan bahwa mata dan hidung mempunyai peran penting dalam menyuburkan dan menghangatkan cinta.”

     “Peneliti Switzerland, Andrias Bartles, yang melakukan penelitian di College London, menemukan keserupaan antara pengaruh cinta yang tak terkendali terhadap wilayah kesadaran manusia—menemukan keserupaan—dengan pengaruh obat-obat adiktif.”

    “Bila Anda ingin membangun mahligai rumah tangga yang kukuh, maka Anda harus menciptakan kondisi buat akal batin Anda agar dapat terbuka sehingga mencerna hal-hal lain selain cinta, sehingga akal Anda dapat ikut berpartisipasi dalam menetapkan neraca yang benar di tengah-tengah ombak dan gelombang cinta yang sedang melanda itu.” (Sir Carter Scot dikutip dalam bukunya yang diterjemahkan dgn judul AL Hub Li’bah/Cinta adalah permainan). “Rasulullah: Cintailah kekasihmu secara wajar dst”

    “Puncak cinta adalah cinta nabi saw kepada Khadijah r.a. Cinta sejati dan kesetiaan mencintai diukur setelah perkawinan. Bahkan lebih terbukti ketika kepergian yang dicintai. Kendati nabi muhammad sangat mencintai aisyah, namun cinta beliau kepada ibu Khadijah melebihi cinta pada Aisyah, bahkan melebihi semua cinta yang dikenal umat manusia terhadap lawan seksnya.”

    “Manusia menyadari bahwa hubungan yang dalam dan dekat dengan pihak lain akan membantunya mendapatkan kekuatan dan membuatnya lebih mampu menghadapi tantangan.”

    “Perlu dicatat bahwa sakinah, bukan sekedar apa yang terlihat pada ketenangan lahir, yang tercermin pada kecerahan air muka, karena yang ini bisa muncul dari keluguan, ketidaktahuan, atau kebodohan. Tapi sakinah terlihat pada kecerahan air muka yang disertai dengan kelapangan dada, budi bahasa yang halus, yang dilahirkan dari ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati, serta bergabungnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat.”

    “Dalam urusan perkawinan, ada sistem yang ditetapkan-Nya. Ia bisa langgeng dan bahagia, bila pasangan bersangkutan mengikuti sistem yang ditetapkan-Nya untuk kelanggengan dan kebahagiaannya.”

    “Tiga tali temali pengikat perkawinan: Mawaddah, Rahmah, dan Amanah.”

    “Pakar mengemukakan enam tahap yang harus dilalui suami istri untuk mencapai kehidupan rumah tangga yang sakinah dan yang dihiasi oleh mawaddah wa rahmah: 1) Tahap Bulan madu, 2) Tahap gejolak, 3) tahap perundingan dan ‘negosiasi’, 4) Tahap penyesuaian dan integrasi, 5) tahap peningkatan kualitas kasih sayang, dan 6) tahap kemantapan.”

    “Dalam kehidupan rumah tangga, keseimbangan dapat bermacam-macam: keseimbangan antara hak dan kewajiban suami, antara hak dan kewajiban istri, antara hak dan kewajiban suami dengan hak dan kewajiban istri, keseimbangan dalam take and give, kesimbangan dalam mencintai diri dan mencintai orang lain, kesimbangan pemasukan dan pengeluaran, antara kemampuan dan keinginan, antara sarana dan tujuan, antara tugas dan cinta, dll”

    “Petuah leluhur mengenai perlunya empat persamaan dan satu perbedaan: Sama-sama hidup, sama-sama manusia, sama-sama dewasa, sama-sama cinta, bedanya hanya satu laki-laki, lainnya perempuan.”

    “Indikator sukses perkawinan sebelum menikah: tingkat pengenalan (lumayan), kemampuan penyesuaian, perbeaan umur, umur ketika kawin, keterkaitan dengan ayah, keterkaitan dengan ibu, pelaksanaan sholat, konflik dengan ayah/ibu, perhatian terhadap disiplin (tidak terlalu ketat), tingkat pendidikan, masa pertunangan, kawan-kawan, kebahagiaan masa kecil, kebahagiaan ibu/bapak, cara perkawinan, kemampuan intelektual (setingkat), pekerjaan, organisasi, tabungan (ada walau sedikit), pengetahuan tentang seks, hubungan seks (tidak ada).” (ernest dkk dalam buku The Family from traditional to companionship)à barat!!

    Indikator setelah menikah: anak-anak, konflik tentang aktivitas tidak ada, tingkat ekonomi cukup, pekerjaan suami (teratur dan tetap), pekerjaan istri (kalau ada, disetujui suami), persamaan suami/istri (kemitraan/sejajar), kemampuan intelektual, pekerjaan suami (konsen dalam satu garis jelas), kepribadian dapat diterima, hubungan seks, hasrat seksual (seimbang), respon tehadap seks (menyenangkan/sangat menyenangkan).”

    “Tolok ukur kebahagiaan perkawinan:
    1)      Bila isi hati terdalam: aku ingin hidp dengan pasanganku sampai akhir hidupku
    2)      Bila ingin pasangannya selalu ikut bersamanya dalam segala kesenangan, betapapun kecilnya
    3)      Bila dari hari ke hari bertambah kenangan indah dalam hidup mereka serta melalui selalu ingin memberi dan menerima sebagai bentuk pemeliharaan dan perhatian
    4)      Bila salah satu memberi, maka ia merasa pada saat yang sama ia juga menerima
    5)      Bila saat tidur di pembaringan, masing-masing merasakan ketenangan.”

    Men are from Mars and Women are from Venus: Petunjuk Praktis Memperbaiki Komunikasi Suami-Istri

    >> 16 Januari 2009

    Judul Buku :
    Men are from Mars, Women are from Venus: Petunjuk Praktis untuk Memperbaiki Komunikasi dan Memperoleh Apa yang Anda Inginkan dari Hubungan-hubungan Anda.
    Pengarang : John Gray, Ph.D
    Penerbit : Gramedia
    Tahun terbit : 1995 (cetakan ketiga belas Mei 2004)
    Jumlah hlm : 330 hlm


    Beberapa hari yang lalu, John Gray, PhD diundang ke Indonesia oleh Tung Desem Waringin dan keduanya tampil secara apik di Special Dialog MetroTV. Setelah itu, jumlah pengunjung blog baru saya ini, khususnya yang menuju posting sebelumnya “Mars dan Venus Bersatu Selamanya” mengalami peningkatan. Padahal seharusnya buku yang inilah yang utama, pertama, dan merupakan buku inti dari semua karya-karya laris John Gray. Hanya saja belum pernah saya postingkan karena bukunya pinjaman hehehe. Buku “Men are from Mars and Women are from Venus” ini saya “keloni” selama beberapa hari 4 tahun yang lalu di ruang koas, ketika ada sedikit misunderstanding dengan suami saya sekarang di detik-detik menjelang lamaran. Hasilnya, saya jadi terhibur, dengan mengetahui bahwa ia hanya sedang berada dalam “gua”nya, saya jadi tahu apa yang harus saya lakukan, hingga akhirnya 2 minggu kemudian saya dilamar hehehe. Sekarang pun, setelah beranak pinakJ, tampaknya tips-tips manjur dari buku ini selalu saja berguna. Terima kasih banyak untuk John Gray.. Here is the gem from the book:

    “Secara keliru kita menganggap bahwa apabila pasangan kita mencintai kita, mereka akan beraksi dan bertingkah laku dengan cara-cara tertentu, sebagaimana reaksi dan tingkah laku kita bila mencintai orang.”

    “Apabila pria dan wanita sanggup menghargai dan menerima perbedaan-perbedaan mereka, cinta mempunyai peluang untuk berkembang.”


    “Arti diri pria ditentukan oleh kemampuannya mencapai hasil-hasil.” “Arti diri wanita ditentukan melalui perasaan-perasaannya dan mutu hubungan-hubungannya.”

    “Pada umumnya, saat wanita menawarkan nasihat yang tidak diminta, atau mencoba “menolong” seorang pria, wanita itu tidak mempunyai bayangan betapa besar kecaman dan betapa menyakitkan kedengarannya bagi pria tersebut.”


    “Untuk merasa lebih enak, orang-orang Mars masuk ke gua-gua mereka guna menyelesaikan persoalan-persoalan mereka sendirian.” “Untuk merasa lebih enak, penduduk Venus berkumpul bersama dan secara terbuka membicarakan kesulitan-kesulitan mereka.”

    “Kaum pria jadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dibutuhkan... Kaum wanita menjadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dicintai...”


    “Tantangan terbesar bagi kaum wanita adalah menafsirkan dengan tepat dan mendukung pria saat ia tidak berbicara.” “Jangan pernah masuk ke gua seorang pria, atau Anda akan terbakar oleh naga!”

    “Pria seperti karet gelang. Pria yang mencintai wanita pun secara berkala merasa perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat.”


    “Pria belajar memahami daur-daurnya sendiri dan bisa memberi jaminan kepada wanita bahwa setelah menarik diri, ia akan kembali.”

    “Wanita naik turun seperti gelombang. Saat mencapai dasar, tiba waktunya untuk mulai mengadakan pembersihan secara emosional.”


    “Kaum pria mempertahankan hak untuk merasa bebas, sementara kaum wanita mempertahankan hak untuk kecewa. Kaum pria menghendaki ruang gerak, sementara kaum wanita menghendaki pengertian.”

    “Wanita membutuhkan perhatian, pria membutuhkan kepercayaan.” “Wanita membutuhkan pengertian, pria membutuhkan penerimaan.” “Wanita membutuhkan rasa hormat, pria membutuhkan penghargaan.” “Wanita membutuhkan kesetiaan, pria membutuhkan kekaguman.” “Wanita membutuhkan penegasan, pria membutuhkan persetujuan.” “Wanita perlu jaminan, pria perlu dorongan.”


    “Rahasia memberi kekuatan pada pria adalah jangan pernah mencoba mengubahnya atau memperbaikinya.”

    “Kebanyakan pasangan mulai bertengkar mengenai suatu hal dan, tak lama kemudian mereka berbantah mengenai cara mereka bertengkar.”


    “Dua persoalan kritis yang menimbulkan pertengkaran adalah: 1) Pria merasa wanita tidak menyetujui sudut pandangnya, atau 2) wanita tidak menyetujui cara pria untuk berbicara dengannya.”

    “Jika wanita memberi nilai, tak peduli pemberian cinta itu besar atau kecil, angkanya adalah satu poin; masing-masing pemberian memiliki nilai yang sama.”

    “Kebanyakan pria mengejar sukses yang lebih besar dan lebih besar lagi karena mereka yakin itu akan memuat mereka layak menerima cinta.”

    “Peluklah dia empat kali sehari.”


    “Saat pria sedang dalam keadaan negatif anggaplah dia angin ribut yang sedang lewat dan bersembunyilah.”


    “Entah Anda menyampaikan perasaan-perasaan melalui surat atau sekedar menulis surat agar merasa lebih enak, menuliskan perasaan-perasaan Anda merupakan alat yang penting.”

    Cerita Cinta Tiada Akhir: Bagaimana Mencapainya?

    >> 27 Desember 2008

    Judul Buku : Mars dan Venus Bersatu Selamanya: Keterampilan-Keterampilan Berhubungan untuk Membina Cinta Abadi
    Buku Asli :
    Mars and Venus Together Forever: Relationship Skills for Lasting Love
    Pengarang : John Gray, Ph.D
    Penerbit : Gramedia
    Tahun terbit : 1994 (cetakan ke enam 2003)
    Jumlah hlmn : 389 hlm

    Hai pecinta buku wanita!

    Menyusul kesuksesan buku laris Men are from Mars, Women are from Venus, buku ini tak kalah cemerlangnya. Jika buku yang pertama tadi tampaknya wajib kita baca (sangat berguna! Saya sudah membuktikannya), maka buku yang kedua ini akan melengkapinya. Seperti tulisan di bagian belakang bukunya, John Gray mengungkap hal-hal apa yang dibutuhkan laki-laki dan perempuan, bagaimana membangun ketrampilan untuk bersikap satu sama lain, membuka rahasia untuk menciptakan gairah yang abadi, dan memberitahu kita langkah-langkah dansa untuk membina kemesraan tiada akhir. Here are 20 excerpt from the books:

    “Kita wajib untuk tidak mengharapkan pasangan kita untuk selalu mengetahui secara naluriah apa yang kita butuhkan tanpa pemberitahuan kita.”

    “Bagi pria, secara tradisional rumah merupakan tempat liburan. Bagi wanita, rumah merupakan pusat penting kegiatannya.” “Pemrograman seorang pria menjamin bahwa pekerjaannya telah selesai saat dia pulang ke rumah. Sementara pemrograman wanita mendorongna untuk berbuat lebih banyak lagi.”

    “Saran suami agar istri mengurangi pekerjaannya sama halnya dengan mengatakan pada sebuah sungai untuk berhenti mengalir.” “Yang paling dibutuhkan wanita zaman sekarang bukanlah mengurangi kecenderungan kasih, tetapi untuk mendapatkan lebih banyak perhatian.”

    “Seorang pria tumbuh dengan penghargaan karena penghargaan secara langsung membangun sisi kepriaannya. Seorang wanita tumbuh dengan komunikasi karena komunikasi secara langsung membangun sisi kewanitaannya.”

    “Wanita mengatasi stress dengan berbagi rasa dalam hubungan yang membangun, pria dengan memecahkan masalah-masalah.”

    “Dalam arti praktis, hanya dengan mendengarkan seorang pria membebaskan wanita untuk melupakan masalahnya dan mengingat betapa hebat suaminya.”

    “Untuk mempertahankan cinta dan perasaan-perasaan yang baik dalam sebuah hubungan, sangatlah penting bahwa seorang wanita belajar mengungkapkan perasaan dan kebutuhannya dengan suatu cara yang dapat berhasil baik bagi suaminya maupun bagi dirinya sendiri.”

    “Seorang pria harus memikirkan perasaan-perasaannya sebelum dia membicarakannya. Sedangkan, seorang wanita dapat merasa, berbicara, berfikir semuanya pada waktu yang sama.”

    “Penghargaan langsung atas keputusan dan tindakan seorang pria dan mengampuni kesalahan-kesalahannya merupakan jalur paling langsung menuju hatinya.”

    “Naluri-naluri pria yang diperlukan untuk berburu, membunuh, dan melindungi menemukan ungkapan bebasnya dalam olah raga.”

    “Dengan melepaskan pusat perhatiannya dari pekerjaan melalui sebuah kegiatan yang tampaknya tidak penting, lambat laun seorang pria akan ingat kembali apa yang paling penting baginya—cintanya pada istri dan keluarganya, serta hasratnya untuk berada bersama mereka dan bagi mereka.”

    “Setelah seorang pria mengalami penghargaan istrinya, perlawanannya untuk berbuat lebih banyak mencair. Dia tidak merasa seperti anak kecil yang dikontrol oleh ibunya, melainkan mulai menyambut baik permintaan-permintaan istrinya untuk berbuat lebih banyak.”

    "Kalau seorang wanita merasa cukup aman untuk menyampaikan perasaan-perasaannya kepada pria yang dikasihinya dan pria tersebut dapat mendengarkan tanpa tersinggung, maka hubungan mereka akan berkembang subur.”

    “Seorang wanita mengagumi pria bila pria memiliki kekuatan untuk mengendalikan emosinya dan memiliki kepekaan untuk mempertimbangkan sudut pandang wanita dengan penuh respek sebagai titik pandang yang sah.”

    “Anda menang dengan mengajukan lebih banyak pertanyaan. Anda kalah dengan membicarakan reaksi-reaksi batin Anda.”

    “Selama suatu pembicaraan emosional, seorang pria harus waspada dan siap memberikan gerak-gerik sederhananya yang bersifat mendukung, seperti menganggukkan kepalanya tanda setuju, memeluknya, atau membuat suara-suara simpatik.”

    “Jika seorang wanita ingin membuat seorang pria mengerti apa yang sungguh-sungguh dubutuhkannya, jangan pernah mengatakan, “Kamu tidak mengerti” sekalipun dia memaksudkan itu, karena ungkapan itu begitu menuduh sehingga sulit bagi pria untuk mendengarkannya.” “Mengatakan, “Kamu tidak mendengarkan.” Tidaklah menyampaikan pesan yang tepat yaitu “Kamu tidak memberi saya perhatian sepenuhnya.”

    “Wanita umumnya sangat tidak menyadari bagaimana beberapa patah kata sederhana dapat membuat perbedaan yang amat besar bagi pria.”

    “Seorang wanita harus mengetahui kebutuhan-kebutuhannya dan bertekun untuk menciptakan peluang-peluang guna memperoleh perhatian dan pengertian yang dia butuhkan dari suaminya.”

    “Kaum wanita hendaknya ingat bahwa—berbeda dengan diri mereka sendiri, kaum pria itu merasa lebih baik setelah meluangkan waktu untuk menenangkan diri dan memikirkan segala sesuatunya sampai selesai. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada seorang pria ketika dia sedang terganggu dan marah hanya akan membuatnya tambah marah.”

    Oke, selamat mempraktekkan dan semoga keluarga kita bahagia...:-)


    Kesuburan Wanita: Cara Alami Untuk Mengaturnya

    >> 26 Desember 2008

    Judul buku :
    Metode Ovulasi Billings: Cara Alami Mengatur Kesuburan
    Buku Asli : The Billings Method: Controlling Fertility without Drugs or Devices
    Pengarang : Dr Evelyn Billings dan Dr Ann Westmore
    Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
    Jumlah Halaman: 230 halaman
    Tahun terbit : 2006



    Saya membeli buku ini satu bulan sebelum menikah. Tidak secara langsung berhubungan dengan persiapan pernikahannya saya, tetapi lebih kepada motivasi saya untuk memberikan edukasi yang lebih kepada banyak pasien-pasien saya yang banyak melakukan KB hormonal (suntik/pil) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aisyiyah Klaten. Pengenalan terhadap lendir subur ini juga akan membantu jika kita ingin melakukan pembuahan di saat yang tepat dan berpeluang besar untuk terjadi kehamilan.
    Saya sendiri termasuk yang percaya bahwa setiap anak adalah anugerah dan setiap kehamilan adalah diinginkan. Saya juga ingin memiliki anak-anak yang berkualitas dan saya menjauhi faktor-faktor risiko kehamilan. Oleh karena itu, saya dan suami membuat perencanaan. Sifat alami dari metode ini menjadikannya lebih ramah dan bersahabat dengan tubuh Anda. Informasi lain dan bimbingan mengenai metode ini, dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, bisa didapatkan di www.woomb.org. Here is the gem of the book:

    “Ujicoba metode Billings di Cina, India, Indonesia, dan Afrika Utara dikalangan masyarakat miskin dan buta huruf dari berbagai agama atau yang tak beragama menunjukkan tingkat keberhasilan 99 persen bila diterapkan sesuai aturan.”

    “Pada 1987, penelitian di berbagai pusat pengajaran menunjukkan paling tidak 50 juta pasangan suami-istri sudah menerapkan metode ini.”

    “Pasutri pengguna metode Ovulasi Billings akan menyadari bahwa kerjasama dan kedisiplinan akan memperkuat ikatan perkawinan mereka; sebagaimana diutarakan seorang perempuan dari Kamerun kepada kami: Ini metode cinta.”

    “Keluarga Berencana (KB) alamiah akan berhasil dengan baik bila baik suami maupun istri sudah mengambil keputusan yang jelas apakah mereka menginginkan anak atau tidak.”

    “Metode kalender cukup memuaskan selama panjang siklus tak berubah. Tapi justru disinilah kelemahannya. Tak seorang perempuan pun yang siklusnya teratur.”

    “Keberhasilan mengenali pola tidak subur baik kering maupun berlendir sebelum ovulasi merupakan penemuan yang menakjubkan sekaligus melegakan karena mengurangi masa pantang bersetubuh yang panjang.”

    “Kehamilan dalam satu siklus menstruasi hanya bisa terjadi dalam masa-masa subur yang pendek. Masa subur ini biasanya sekitar lima hari dalam suatu siklus yang apanjangnya 23-35 hari.”

    “Tahap-tahap dalam siklus menstruasi: Pendarahan/Menstruasi, Pra Ovulasi, Ovulasi, dan Pasca Ovulasi.”

    “Ketika ada lendir putih atau bening, dan mulur, lendir tersebut –lendir masa subur—adalah petunjuk terpenting kesehatan kesuburan Anda. Lendir itu dihasilkan oleh sel-sel rahim kira-kira enam hari sebelum ovulasi.”

    “Lendir subur melindungi sel-sel sperma sehingga sperma dapat mempertahankan daya pembuahan sampai tiga hari.” “Lendir juga berfiungsi sebagai penyaring dan menghancurkan sel-sel sperma yang rusak.” “Lendir membentuk saluran yang mengarahkan gerak sperma disepanjang vagina, melewati leher rahim dan rahim, menuju saluran telur.”

    “Jangan cemas kalau pola Anda tidak sama dengan pola perempuan lain. Masa munculnya lendir subur bisa lebih lama atau singkat dan jumlah lendir mungkin lebih banyak atau sedikit. Setiap perempuan akan mengetahui bahwa dirinya punya pola tertentu yang dapat diamati dan sangat pribadi sebagaimana dirinya sendiri.”

    “Pola dasar tidak subur (PDTS): PDTS Kering (pekat, kering dan sedikit jumlahnya, menimbulkan rasa lengket dan kering) dan PDTS berlendir.”

    “Pola kesuburan: lender keruh seperti sumbat, ada yang menggambarkan seperti serabit putih telur mentah, lembut atau licin. Bisa disertai rasa padat, lembek, atau bengkak pada jaringan di sekitar mulut vagina.”

    “Puncak kesuburan: hari terakhir munculnya lender subur, yaitu hari terakhir ketika lendir tampak seperti benang dan mulur, atau timbul rasa licin meskipun lendir tidak tampak, adalah hari tersubur dalam siklus itu.”

    “Tahap setelah ovulasi: bila ovulasi sudah terjadi, lendir akan lengket, keruh, dan kering selama sisa siklus.”

    “Cara paling cepat untuk mengenali tanda-tanda lender adalah mencatat pengamatan harian Anda pada suatu tabel. Tujuannya untuk mengetahui apakah hubungan seksual pada hari tertentu bisa membuat hamil atau tidak. Anda akan siap menggunakan Mrtode Ovulasi Billing (MOB) ini setelah sebulan mengamati.”

    “Pasangan yang harmonis biasanya lebih mudah menerima metode yang meminta mereka pantang berkala. MOB menuntut komitmen. Metode ini sangat cocok untuk pasangan yang benar-benar ingin menggubnakan metode alami dan bersedia memikul tanggung jawab bersama untuk mengatur kesuburan. Metode ini memantapkan dan menyelaraskan hubungan keduanya. Bila tahu kapan dirinya tidak akan hamil, perempuan tidak akan takut, tapi justru leluasa mengungkapkan kasih sayangnya. Demikian rasa saling mencintai semakin berkembang.”

    “Ketika hubungan seksual tidak dianjurkan, janganlah berhenti mengutarakan kasih sayang. Ada banyak caarauntuk mengungkapkan perasaan Anda, dan dengan daya cipta, hari-hari itu bisa tetap pebuh gairah dan menggembirakan seperti hari-hari lainnya.

    “Banyak pasangan yang merasa bahwa kehidupan seksual mereka lebih bergairah setelah beberapa lama tidak bersetubuh.”

    “Menggunakan metode alami apa saja berarti Anda tidak bisa melakukan hubungan seksual sesuka hati.” “Yang menguntungkan dari metode ini adalah ada banyak hari untuk bersetubuh secara spontan, tanpa menggunakan alat atau obat kontrasepsi, dan bebas dari rasa ragu mengenai masa subur.”

    Oke! Selamat Mencoba...:-)

    Mau Sarapan Pagi Di Tempat Tidur? Sekalian Aja Tidur di Dapur!

    >> 28 September 2008

    Judul :
    Mau Sarapan Pagi Di Tempat Tidur? Sekalian Aja Tidur Di Dapur!

    Buku Asli:
    If You Want Breakfast In Bed Sleep In The Kitchen
    Pengarang : Dave Meurer
    Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (BIP)
    Jumlah hlm : 219 hlm
    Tahun Terbit : 2005


    Judul posting di atas saya tulis sama dengan judul bukunya karena memang sudah menarik. Buku ini merupakan hadiah dari suami saya sesaat sebelum karena kami menikah. Selain karena judulnya yang lucu, juga sebagai persiapan untuk kami menikah. Ternyata isinya benar-benar lucu dan menarik seperti judulnya. Judul babnya pun lucu, seperti, “Untung Ada Payudara.” Padahal ternyata membahas tentang istri yang menyusui. Saya sampai terkekeh-kekeh membaca beberapa bagian dari buku ini. Kalau Anda membaca postingan ini belum terkekeh, itu karena ini hanya mutiaranya saja. Cara ia mengembangkan topiklah yang memberi kesan lucu. Selamat membaca. Here is the gem of the book:

    “Komitmen, sikap saling mempercayai, serta kasih mereka lebih mendalam dan kaya dibandingkan hari-hari penuh gairah di tahun-tahun pertama mereka sebagai pengantin baru”

    “Jangan pernah melupakan hal yang seharusnya tak boleh dilupakan. Sebagian dari Anda bahkan harus diingatkan: bahwa Anda sudah menikah!!”

    “Mengapa istri saya menikah dengan saya? Karena alasan yang sangat mirip dengan mengapa orang mendengarkan Louis Amstrong (penyanyi What A Wonderful Worls) bernyanyi: Karena mereka menyukai hal-hal lain mengenai dirinya.”

    “Pernikahan yang berhasil bukanlah bila “pasangan yang sempurna” bersatu, melainkan bila seorang pria tak sempurna dan wanita tak sempurna bersatu, saling tergila-gila, belajar saling menyesuaikan diri, dan bahkan menikmati perbedaan masing-masing. Selain itu, bila Tuhan memakai Anda berdua untuk menyebabkan pertumbuhan dan kematangan.”

    “Menikah hampir serupa dengan menjadi misionaris/pendakwah bagi suku yang Cuma terdiri dari satu orang.”

    “Tuhan menggunakan hasrat seksual kita untuk menggerakkan kita menuju komitmen, rasa percaya, pengorbanan, kejujuran mutlak, dan berbagai hal yang kita alami dalam hidup pernikahan.”

    “Tuhan menggunakan seks untuk membuai kita sampai kepada hal-hal lain yang benar-benar kita butuhkan—terhubung secara emosional, sikap tidak mementingkan diri sendiri, kesetiaan, dan latihan jantung yang luar biasa.”

    “Seandainya menjadi ayah merupakan pekerjaan yang membosankan dan melelahkan serta membutuhkan segudang motivasi, seperti ketika menata ulang dapur atau membaca buku tebal War and Peace, Anda mungkin akan sanggup menempatkan seluruh umat manusia di pusat kota. Tetapi Tuhan sengaja menciptakan sistem dengan hasil akhir aktivitas paling seru di planet ini, yang seringkali menghasilkan anak-anak.”

    “Tuhan memberikan kerinduan kepada kita untuk memiliki Anak.” “Saat kita memandang ke sekeliling dunia yang telah diciptakan Tuhan, kita melihat bahwa:

    1. kehidupan ingin hidup
    2. kehidupan ingin memanfaatkan diri lebih baik, dan
    3. kehidupan akan melakukan ini, entah kredit pajak anak dinaikkan atau tidak:-)

    “Ini adalah kesaksian perihal Tuhan yang kreatif dan genius karena Dia mampu membuat seks begitu memuaskan hingga dapat mengatasi keengganan perempuan menghadapi sakit melahirkan selama 15 jam, ketakutan kaum pria untuk mengganti popok, dan bahkan melampaui kecerdasan suami maupun istri yang digabungkan.”

    “Dalam kehamilan, si suami harus memerankan penjahat gila sekaligus pahlawan yang gagah berani itu (dalam cerita). Alur ceritanya sederhana saja: ia yang menyebabkan istrinya mendapat kesulitan, dan sebaiknya ia jugalah yang menyelamatkannya (menolongnya).”

    “Saya belum pernah mendengar penjelasan tentang kebiasaan wanita hamil mengidam yang aneh-aneh. Selain fakta bahwa tubuhnya sedang mencari nutrisi agar janinnya sehat, saya punya firasat bahwa ini adalah salah satu dari sekian banyak “hal Ilahi”—seperti misalnya memastikan bahwa bayi-bayi kita membutuhkan bantuan untuk mengganti popok, padahal sebenarnya mudah saja bagi-Nya untuk membiarkan mereka menghirup Karbondioksida dan mengembuskan oksigen seperti tanaman pakis Anda.”

    “Jadi, tampaknya Tuhan telah mengatur kehamilan sebagai semacam “tempat latihan pertama calon marinir” orang tua.”

    “Sungguh berbahaya bila kaum pria berani menyinggung subyek ini (berat badan), dari jarak 100 meter sekalipun.”

    “Ada cara untuk memutar mundur jam dan menangkap kembali saat saat itu (saat kita memiliki bayi), yaitu dengan mempunyai cucu.”

    “Kaum pria begitu lebih sering berpikir tentang seks daripada kaum wanita, dan kaum pria secara genetis juga dirancang untuk jauh lebih mudah terangsang secara seksual.” “Mengapa Tuhan menciptakan perbedaan dalam hal itu antara laki-laki dan perempuan? Setidaknya ada tiga jawaban kunci:

    1. mencegah agar kita tak berkembang biak secepat kelinci
    2. kaum pria membutuhkan tarikan gairah yang kuat guna mengatasi kecenderungan alami kami untuk menghindari kedalaman interpersonal, dan
    3. memaksa kaum pria belajar cara berkomunikasi dan bertambah dewasa dalam hal-hal yang, bila tidak, akan membuat mereka rugi.”

    “Yang menarik, semakin kaum pria bicara dengan jujur kepada orang yang mereka cintai perihal harapan, impian, ketakutan, dan kekhawatiran mereka, semakin mesra pula sikap wanita.”

    “Kita sebenarnya orang yang akan lebih baik, bahagia, dan utuh begitu kita mengenal derita maupun sukacita pengungkapan diri, rasa percaya, serta sikap memberi dan bersandar pada orang lain. Hal-hal ini merupakan inti hubungan—termasuk hubungan dengan Tuhan sendiri.”

    “Pernikahan akan jauh lebih memuaskan seandainya kita belajar berkompromi.” “Ada sepuluh kiat cemerlang dan penuh wawasan yang akan menyelamatkan kaum pria dari ketololan.” (baca sendiri dalam buku:-))

    Thank you Dave:-)




    Personality Plus For Couples: Memahami Diri Sendiri serta Orang yang Anda Kasihi

    >> 27 September 2008

    Judul : Personality Plus For Couples: Memahami Diri Sendiri serta Orang yang Anda Kasihi
    Buku Asli:
    Personality Plus for Couples: Understanding Yourself and the One You Love
    Pengarang : Florence Littauer
    Penerbit : Binarupa Aksara
    Jumlah hlm : 393 hlm
    Tahun Terbit : 2003


    Sebelum membaca tulisan ini, pastikan kita telah mengenal Empat Tipe Kepribadian yang dikemukakan Littaeur sebelumnya. Jika belum membaca bukunya, Anda bisa membaca kilasannya pada postingan Personality Plus di katagori psikologi. Selain Personality Plus yang menjadi best seller di toko buku, buku ini secara spesifik membahas tentang bagaimana kiat-kiat menciptakan kehidupan pernikahan yang seimbang dengan memahami kepribadian satu sama lain, bagaimana mengelola kelebihan dan kekurangan kita, dan bagaimana memanfaatkan kepribadian kita untuk mendidik anak-anak. Baik bagi suami istri yang berkepribadian berlawanan, berbeda, ataupun sama.

    Sangat menarik karena saya jadi menyadari latar belakang dari masalah dan perdebatan kecil ayah dan ibu saya, yang terselesaikan hanya dengan memahami karakter masing-masing. Saya pun maklum atas sikap ibu saya yang koleris kepada anak-anaknya, yaitu, “Kalau ibu berdiri, semua berdiri. Kalau ibu bergerak, semua bergerak”. Saya juga jadi sangat memahami dan tidak pernah ambil pusing mengapa suami saya (sang koleris sejati) melakukan atau mengatakan ini dan itu. Enjoy aja! Here are excerpt from the book:

    “Ketika kita tidak memahami kepribadian, kita tidak dapat saling memahami dan mencarikan jalan keluar bagi perbedaan-perbedaan kita.”

    “Pernikahan yang membahagiakan melindungi wanita dari risiko stroke dan serangan jantung setelah menopause. Sebaliknya, pernikahan yang menyengsarakan akan membuat Anda sakit. (USA Today, 12 Februari 2001)”

    “Dibuktikan secara statistik, pasangan menikah sungguh hidup lebih lama, lebih bahagia, dan menjalani kehidupan yang lebih sehat.” (menurut Buku The Case for Marriage; telah diterjemahkan dengan judul Selamat Menempuh Hidup Baru—Penerbit Qanita)

    “Allah menjadikan kita untuk mengisi kelemahan pasangan-pasangan kita, bukan untuk melelahkan kita dengan berusaha mengubah pasangan kita.”

    “Salah satu prinsip kepribadian yang paling membantu adalah bahwa kita jatuh cinta dengan kekuatan yang kebalikan dari kita.” “Yang mengisi ruang-ruang kosong kita.”

    “Struktur jantung kita memiliki kemiripan dengan keempat tipe kepribadian dasar. Dan sebagaimana keempat ruang sama-sama penting dalam sebuah sistem peredaran darah yang seimbang, keempat kepribadian juga penting bagi kondisi manusia yang seimbang.”

    “Topik-topik tertentu secara alami tampaknya dapat membangkitkan perbedaan-perbedaan dalam kepribadian pasangan: Keuangan, Kegiatan sosial, seks, kebiasaan makan, kerja, dan peran sebagai orang tua”

    “Kombinasi kepribadian apapun yang Anda miliki dengan pasangan Anda, mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhan masing-masing dapat membawa Anda berdua pada kompromi yang membuat Anda sama-sama puas.”

    “Yang berkepribadian sanguinis menginginkan seks yang spontan, kreatif, dan menyenangkan. Yang melankolis lebih suka seks romantis dengan lilin, bunga, serta musik untuk menyempurnakan suasananya. Yang koleris senang seks yang cepat dan tidak direncanakan. Yang berkepribadian phlegmatis lebih suka “seks acara khusus” pada hari libur, hari ulang tahun, dan acara khusus. Perlahan-lahan, penuh arti, dan tidak terlalu sering.”

    “Yang berkepribadian sanguinis makan karena menyenangkan dan karena makanan yang membuat gemuk lezat rasanya. Yang melankolis senang merencanakan menu dan makan untuk menikmati hidangan yang benar-benar bermutu. Yang koleris senang hidangan cepat saji, tindakan serba cepat, dan penurunan berat badan yang cepat. Yang phlegmatis akan makan setiap kali atau apapun yang mudah dijangkaunya.”

    “Sanguinis memandang kerja sebagai sesuatu yang jahat, tetapi bersedia bekerja keras kalau ada imbalan yang menyenangkan. Melankolis senang pekerjaan detil yang menuntut pemikiran serta konsentrasi. Kepribadian koleris adalah tipe yang mudah gila kerja. Phlegmati scenderung menunda-nunda pekerjaan yang sulit. Tanpa dorongan, mereka seringkali mengabaikan proyek-proyek kerjanya.”

    “Percaya atau tidak, kepribadian yang berbeda-beda sesungguhnya malah dapat menguntungkan pernikahan.”

    “Orangtua sanguinis suka bersenang-senang dan menjadi tontonan. Orang tua melankolis memandang upaya membesarkan anaknya sebagai proyek seumur hidup, dan demikian penuh dedikasinya untuk menghasilkan anak-anak yang sempurna. Orang tua koleris menjadi komandan dalam situasi apapun, memimpin keluarga tampakny alami bagi mereka. Koleris percaya bahwa kalau saja semua orang mengerjakan segalany amenurut cara mereka—seketika—kita semua bisa hidup bahagia selamanya. Orangtua phlegmatis memiliki sifat murah hati, tidak suka menonjolkan diri, rileks, sabar, simpatik, yang kita rasakan begitu dapat diterima sebagai ayah atau ibu.”

    “Belajar bergaul dengan kepribadian yang berbeda bukan saja memungkinkan Anda tumbuh sebagai individu yang memperdulikan, tetapi juga kompromi-kompromi yang Anda capai akan membantu Anda berdua menjalani kehidupan yang lebih seimbang.”

    “Kebanyakan pasangan tidak siap menghadapi kepribadian pasangannya. Mereka tidak sadar bahwa yang membuat mereka tertarik sebelum menikah dulu, malah bisa mengesalkan setelah menikah.”

    “Salah satu cara terbaik untuk mencegah berubahnya kekuatan menjadi kelemahan adalah dengan menyadari keduanya.”

    “Ketika dua kepribadian yang berbeda menikah, potensi kesalahpahaman cukup tinggi.”

    “Salah satu berkat terbesar dalam memahami kepribadian adalah kemampuan untuk lebih dapat memenuhi kebutuhan satu sama lain.”

    “Pasangan perlu mengenali kebutuhan masing-masing yang berbeda-beda dan tidak lagi mengharapkan pasangannya sama seperti dirinya sendiri.” “Ketika kita sadar bahwa pasangan kita bukanlah ingin menyakiti kita, kita menjadi bebas untuk menerima cara mereka mengasihi kita dan membantu kita bertumbuh.”

    Yak tul! Makasih ya, Mrs Littauer :-)

    Salam sukses

    Beti



    Bookmark and Share

      © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

    Back to TOP