Tampilkan postingan dengan label Women's Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Women's Life. Tampilkan semua postingan

Manajer Keluarga

>> 28 September 2008

Judul Buku : Manajer Keluarga
Buku Asli :
The Family Manager Takes Charge: Getting on the Fast Track to a Happy, Organized Home
Pengarang : Kathy Peel
Penerbit :Grasindo




Setiap kita adalah manajer keluarga, baik kita yang tengah berkarir atau hanya berfokus di rumah. Ditulis oleh seorang fulltime manager keluarga, buku ini menemani saya pada satu minggu awal perjalanan saya sebagai dokter jaga di sebuah klinik 24 jam di Tangerang 3 tahun lalu. Kata-kata positif kutipan utama pada banyak bagian buku ini, cukup bisa memberi inspirasi bagi banyak keadaan. Secara khusus, saran-saran praktisnya terkesan aplikatif dan membantu hari-hari saya di rumah setelah bertahun-tahun hidup di kost, untuk membantu orang tua saya mengelola rumah. Pemahaman akan keseimbangan intelektual, fisik, emosional, dan spiritual, serta besarnya kompleksitas tanggung jawab seorang manajer keluarga,memberikan kesan bahwa ibu rumah tangga atau manajer keluarga adalah “pekerjaan” yang sangat membanggakan. Meskipun saat ini saya belum mengelola rumah dan keluarga saya sendiri, tapi saya yakin saat sebentar lagi saya mengelola keluarga sendiri, buku ini akan membantu saya. Mungkin beberapa di antara anda para manajer keluarga telah menerapkan prinsip-prinsip dalam buku ini. Namun, bila Anda masih merasa butuh bantuan, semoga buku ini bisa memberi Anda masukan. Inilah 20 kutipan pilihan saya dari buku tersebut:

“Saya mengawasi pertumbuhan anak bukan hanya sebagai karya cinta dan kewajiban, tetapi sebagai suatu profesi yang menarik dan menantang seperti profesi lain yang terhormat di dunia dan sesuatu yang menuntut yang terbaik dari saya.” (Rose Kennedy)

“Mungkin saja Anda meraih atau meninggalkan karir tertentu, tapi yang lebih mungkin, Anda akan menjadi seorang Manajer Keluarga selama sisa hidup anda.”

“Dia adalah orang yang paling bahagia, baik dia seorang raja atau petani, manakala dia menemukan kedamaian di rumahnya.” (Goethe)

“Setiap hal positif yang kita lakukan untuk suami dan anak-anak, semua kita lakukan agar rumah kita menjadi rumah kaca tempat manusia yang tinggal di dalamnya bisa tumbuh dan mengembangkan seluruh potensi.”

“Sistem Manajemen Keluarga bukan soal bekerja lebih berat. Sistem ini mengenai cara bekerja lebih bijaksana (pendelegasian, pembinaan tim, penyederhanaan) sehingga Anda punya waktu lebih banyak untuk mengerjakan hal-hal yang Anda inginkan, hal-hal yang penting bagi Anda.”

“Bila tanpa rencana, maka hidup Anda akan ditindas oleh hal-hal yang mendesak.”

“Mempunyai keluarga bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab istimewa. Kita harus menangani sama seriusnya dengan sukses karier, karena rumah adalah tempat ketika sukses benar-benar berarti.”

“Kita tidak mampu melakukan segala sesuatu sendiri, itulah makna keluarga.”

“Untuk menjadi manajer keluarga yang efektif, Anda harus memahami bagaimana memberdayakan tim Anda untuk bekerja sama mencapai tujuan-tujuan bersama.”

“Jangan biarkan apa yang tidak bisa Anda lakukan mencampuri apa yang bisa Anda kerjakan.” (John Wwooden)

“Tambahlah kekuatan Anda, maka kelemahan Anda menjadi tidak relevan.” (Peter Drucker)

“Saya harus mengatur waktu, bukan diatur olehnya.” (Golda Meir)

“Jangan biarkan mulut Anda menulis sebuah ‘cek’ yang tidak bisa dibayar oleh badan Anda.” (Flip Wilson)

“Pekerjaan yang sulit sering merupakan pekerjaan mudah yang tidak Anda kerjakan pada waktu yang seharusnya.” (Bernard Meltzer)

“Seorang ibu mengaduk sebagian kecil dari dirinya ke dalam segala sesuatu yang dia masak untuk keluarganya.” (Marjorie Holmes)

“Kita membentuk rumah kita. Kemudian rumah kita membentuk kita.” (Winston Churchill)

“Buat semua sebisa Anda; berhemat semua sebisa Anda; dan memberi semua sebisa Anda.” (Herbert Hoover)

“Sebuah investasi dalam ilmu pengetahuan selalu membayar interest terbaik.”(Benjamin Franklin)

“Bila Anda membuat anak-anak bahagia sekarang, Anda akan membuat mereka bahagia dua puluh tahun karena kenangan akan hal ini.” (Kate Douglas Wiggon)

“Persahabatan dengan diri sendiri adalah yang terpenting, karena tanpa hal itu seseorang tidak akan menjadi seorang sahabat untuk orang lain di dunia.” (Eleanor Rosevelt)

Oke, Selamat membaca dan menerapkannya:-)

Thank you Kathy:-)

Wanita, Belajarlah Mencintai Dirimu!

>> 27 September 2008

Judul Buku : Wanita, Belajarlah Mencintai Dirimu: Menyayangi dan Memperhatikan Keluarga Tanpa Mengabaikan Diri Sendiri
Buku Asli :
Self-Nurture: Learning to Care for Yourself As Effectively As You Care for Everyone Else
Pengarang : Alice D. Domar, Ph.D, Henry Dreher
Penerbit : Qanita
Jumlah hlm : 400 hlm
Tahun Terbit : 2002

Finalis dari Books for a Better Life Award ini masuk dalam daftar “books that change my life” milik saya. Sebelum membaca buku ini, kehidupan saya kurang bahagia karena saya menjadi mahasiswa yang terlalu banyak membelanjakan diri dan waktu saya untuk orang lain dan aktivitas sosial, tapi saya melupakan diri saya sendiri. Setelah membaca buku ini, hari-hari menjadi begitu menyenangkan dan saya jadi merasa mempunyai kekuatan untuk memilih mengatakan tidak. Kini, setelah menjadi ibu dan direpotkan oleh berbagai urusan pekerjaan dan anak, saya tetap merasa selalu bahagia karena saya selalu mempunyai cara meluangkan waktu untuk menyayangi diri sendiri, walaupun hanya dengan mengambil nafas atau mandi dengan kesadaran penuh. Tentu saja karena saya mencintai diri saya sendiri:-). Selamat membaca! Jangan jadi lilin yang meleleh ketika menerangi orang lain. Terimakasih proffesor Domar, Anda tak hanya pandai mengajar di Fakultas Kedokteran Harvard, tapi juga penulis buku-buku yang hebat. Here is the gem of the book:

“Kebaikan apa yang dapat kau lakukan, kalau kau abaikan dirimu sendiri?” (Thomas A. Kempis)

“Kasih cinta mulia itulah yang membuat para ibu terbiasa menyuapi, sementara dirinya sendiri kelaparan.” (Ferne Cherne, Psikolog)

“Menyayangi diri merupakan pedoman turun temurun untuk merawat diri secara kreatif, emosional, dan spiritual.”

“Menyayangi diri tidak bisa dipandang sebagai sekedar sebuah teknik. Menyayangi diri merupakan komitmen selama hidup.”

“Wanita memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan mereka.”

“Setiap orang membutuhkan hubungan dengan orang lain dan kesendirian. Yang terpenting adalah menemukan keseimbangan di antara keduanya.” (Lawrence LeShan, ahli psikoterapi)

“Menyayangi diri sendiri akan meningkatkan, bukan menghambat, keinginan kita yang besar untuk menolong orang lain.”

“Kekuatan tersembunyi itu diantaranya adalah: perencanaan, membuat prioritas, mencari jalan keluar, mencari dukungan, menenangkan diri, merenung dengan tenang, berpikir mandiri, keyakinan moral, mengungkapkan perasaan, sikap bijaksana, kejujuran, semangat juang, dan kecerdasan spiritual.”

“Dengan menyayangi diri setiap hari, akan tumbuh perasaan berharga dari dalam. Sekali perasaan itu tumbuh, Anda akan membuat keputusan yang benar tentang diri Anda. Menemukan keberanian untuk bertindak mengekspresikan diri dan melindungi diri Anda.”

“Kita tidak mungkin menyenangkan semua orang kalau kita juga berharap bisa menyenangkan diri sendiri.”

“Langkah-langkah merawat diri: (1) Merawat Tubuh, (2) Merawat Pikiran, (3) Merawat Emosi, (4) Merawat batin/jiwa.”

“Menyayangi tubuh menyangkut kegiatan dan gagasan berikut: melakukan pernafasan diafragma yang dalam, melakukan latihan relaksasi secara teratur, menata dan mengganti pikiran yang sifatnya mencela tubuh dengan pikiran yang lebih berwelas asih dan memaafkan, mensyukuri sensualitas dan kenikmatan seks, meninjau makanan dari sudut pndang yang sehat dan seimbang, menjaga kesehatan, memiliki rasa hormat yang dalam terhadap kesucian tubuh.”

“Metode merawat Pikiran: Teknik menata pikiran (agar bisa berpikir positif), ungkapan emosi dengan menulis buku harian, pernyataan positif dan doa.”

“Cinta saja tidak cukup.” (Bruno Bettelheim, psikolog austria)

“Kebaikan bagi wanita diidentikkan dengan pengorbanan diri.” “Identitas kita tergantung perasaan yang kita miliki dalam menjalani peran-peran tersebut.” “Saran: keseimbangan.” (Prof Carol Gilligan, In A different Voice)

“Menjadi ibu yang baik sering berarti menyadari bahwa kita tidak akan pernah bisa memenuhi semua kebutuhan anak-anak kita—fakta yang jelas dan mudah diterima akal sehat, tetapi sulit diterima oleh hati.”

“Kehidupan masa kanak-kanak akan kita bawa sepanjang hidup, seperti sebuah konsep cetak biru berisi keterkaitan emosi yang muncul kemudian.” (Maggie Scarf dalam Worlds: Life Inside The Family)

“Keluarga merupakan tempat berkembangnya pola reaksi emosional dan hubungan antar pribadi, menetapkan pola dan warna dari hubungan selanjutnya.” (Dr Theodore Lidz dalam The Person)

“Untuk mengubah sikap, pertama-tama kita harus bisa memahami bagaimana menangani rasa marah.” “Memiliki pedoman tentang cara mengungkapkan rasa marah secara sehat dan efektif akan sangat membantu.” “Berhenti/Bernafas/Berpikir tenang/Tentukan sikap”

“Menyayangi diri dalam sebuah hubungan intim memiliki dua dimensi, dan kalau diterjemahkan dalam bentuk janji, janji itu akan berbunyi seperti ini, “Saya akan berupaya untuk menyayangi diri saya dalam hubungan saya denganmu, dan saya akan berupaya merawat kita berdua sebagai sebuah pasangan.”

Terima kasih Alice Domar...
Wasalam
Salam sukses

Beti

Bookmark and Share

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP