Makna Hidup: Bagaimana Menemukannya dalam Kehidupan dan Pekerjaan

>> 28 September 2008

Judul Buku : Lepas Dari Penjara Pikiran: Menerapkan Prinsip-prinsip Viktor Frankl di Tempat Kerja
Buku Asli:
Prisoners of Our Thoughts: Viktor Frankl's Principles for Discovering Meaning in Life and Work
Pengarang : Alex Pattakos
Penerbit : Kaifa
Jumlah hlm : 219 hlm
Tahun Terbit : 2006

Buku ini memiliki daya tarik bagi saya karena saya mengenal Victor Frakl dalam sebuah liputan dalam Oprah mengenai Kamp kematian NAZI di Jerman. Sikap optimis luar biasa yang ditunjukkan Victor Frankl dari dalam penjara itu telah menghasilkan buku-buku best seller seperti Man Search For Meaning dan The Doctor and The Soul. Sayang saya belum pernah menemukan buku-buku itu di Indonesia. Jadi, ketika kakak ipar saya membeli beberapa eksemplar sekaligus untuk dirinya dan sebagai hadiah untuk orang lain, saya langsung mencarinya di toko buku. Inilah 20 kutipan utama dari buku tersebut:

“Jika kita memiliki pekerjaan dan proyek-proyek bermakna, sistem kekebalan tubuh kita menjadi lebih kuat dari kekuatan degeneratif karena meningkatnya usia bisa diperlambat.” (Dr. Hans Selye, Penulis terkenal tentang stress)

“Antara stimulus dan respons, ada sebuah ruang. Di dalam ruang itu terletak kebebasan dan kekuatan kita untuk memilih respons. Di dalam respons kita terletak pertumbuhan dan kebahagiaan.” (Victor Frankl)

“Kita bisa menjadi produk dari keputusan-keputusan kita, bukan dari kondisi-kondisi kita.” (Stephen R. Covey)

“Hasil akhir dan cara adalah dua hal yang tak terpisahkan.” (Stephen R Covey)

“Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya.” (Covey)

“Kebebasan untuk, bukan kebebasan dari.”(Victor Frankl)

“Kita mendirikan dan membangun sebuah penjara, dan yang sangat mengenaskan adalah kita bahkan tidak bisa melihat dinding penjara ini!” (Deepak Chopra, Unconditional Life)

“Tujuh prinsip inti dari karya Frankl: (1) kita bebas memilih sikap, (2) kita dapat mewujudkan keinginan untuk mencari makna dengan berkomitmen terhadap nilai dan tujuan yang bermakna, (3) Makna bisa ditemukan dalam semua momentum kehidupan, (4) mengenali bagaimana kita bekerja melawan diri sendiri, (5) mengamati diri kita sendiri dari kejauhan, (6) mengalihkan fokus perhatian saat mengatasi situasi-situasi sulit, dan (7) menjangkau keluar dari diri kita dan membuat perbedaan di dunia.”

“Momen paling menyentuh jiwa kita adalah ketika kita sedang tak seimbang, bukan ketika sedang seimbang.“ (Thomas Moore, psikolog, dalam Care of the Soul)

“Saya yakin, bahwa dalam analisis final, tidak ada satu situasi pun yang tidak mengandung benih dari sebuah makna.” (Victor E Frankl)

“Kamu tidak perlu menderita untuk belajar. Tetapi jika kamu tidak belajar dari penderitaan yang tidak bisa kamu kendalikan, hidupmu menjadi sungguh-sungguh tidak bermakna.” (Victor E Frankl)

“Hidup menghadapkan kita pada labirin makna, jalan bermakna yang harus dilalui, begitu pula pekerjaan kita. Dan itu tidak selalu tampak.”

“Keinginan untuk mencari maknalah, bukan keinginan untuk mencari kesenangan atau untuk mencari kekuasaan, yang menerangi kehidupan kita dengan kebebasan yang sesungguhnya.”

“Kita menyambut kebebasan dalam memilih sikap di dalam pekerjaan saat memutuskan untuk tidak lagi menjadi bagian dari permasalahan dan menjadi bagian dari solusi.”

“Jalan terbaik untuk mewujudkan mimpi-mimpi Anda adalah dengan bangun! Dengan kata lain berarti bertindak!” (Phil Jackson, pelatih NBA, dalam bukunya Sacred Hoops)

“Optimisme yang sesungguhnya: (1) Memilih sikap positif tentang situasi yang dihadapi, (2) memilih sikap yang mendorong visualisasi kreatif tentang apa yang mungkin terjadi, (3) memilih menciptakan semangat untuk bertindak.”

“Meskipun tidak bisa sepenuhnya bebas dari berbagai kondisi dan situasi yang kita hadapi, hal penting adalah kita bisa memilih bagaimana meresponnya, setidaknya dengan memilih sikap kita.”

“Menemukan pesona di dalam pekerjaan, dampaknya yang menyebar dalam dunia kerja bisa sangat mengagumkan.” “Pekerjaan yang dilakukan seseorang bukanlah yang terpenting, melainkan cara orang tersebut melakukan pekerjaannya.”

“Pekerjaan kita merupakan cermin dari makna di dalam kehidupan kita. Pekerjaan biasanya mewakili wilayah kehidupan dimana keunikan seseorang muncul dalam kaitan dengan masyarakat dan karenanya memperoleh makna dan nilai. Namun, makna dan nilai tersebut terkait dengan pekerjaan orang tersebut sebagai bentuk kontribusinya terhadap masyarakat, bukan terkait dengan pekerjaan itu sendiri. (Victor E Frankl)

“UBUNTU, NGUMUNTU, NGABANTU (Bahasa Zulu): Semua manusia hanya menjadi manusia melalui manusia-manusia yang lain.”

Thank you Pattakos:-)

0 comments:

Bookmark and Share

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP